Archive for September 2017
Cara Flash Vivo Y15 Menggunakan Laptop
0
Bahan Flash
Stock Firmware Vivo Y15 Menggunakan SP Flash Tool :\
- Komputer / Laptop
- Kabel Data USB penghubung antara HP dan komputer
- Software SP Flash Tool :
- SP Flash Tool V5.6120–> Unduh di Sini
- SP Flash Tool V5.6116–> Unduh di Sini
- SP Flash Tool V5.1343–> Unduh di Sini
- SP Flash Tool V3.1344–> Unduh di Sini
- SP Flash Tool V3.1312–> Unduh di Sini
- USB Driver –> Unduh di Sini dan cara instalasi drivernya silahkan baca :
- Stock ROM Firmware Vivo Y15 –> Unduh di Sini
Langkah-langkah
Cara Mengatasi Vivo Y15 Bootloop via Flash Tool :
- Download salah satu versi SP Flash Tool, USB Driver, dan Stock ROM Firmware Vivo Y15 di atas
- Ekstrak SP Flash Tool, USB Driver dan Stock ROM Firmware Vivo Y15
- Instal USB Driver ( Lewati langkah ini jika usb driver sudah terinstal di Laptop atau PC Anda)
- Buka Folder Hasil Ekstrak SP Flash Tool dan carilah file Flash_tool dan buka dengan klik kanan Run As Administrator
- Setelah terbuka, silahkan pilih scatter file dengan klik scatter loading
- Silahkan menuju Folder Firmware / Stock ROM Oppo Neo 3 R831K, selanjutnya cari dan bukalah file Android_scatter
- Jika file Android_scatter sudah dibuka, maka akan muncul tampil seperti ini dan pastikan kondisi settings flash Tool seperti di gambar. Selanjutnya tekan Download
- Matikan ponsel (copot baterainya jika baterainya removable),
- Hubungkan ponsel Anda dengan komputer/laptop melalui kabel data USB
- Tekan tombol volume Up atau volume Down untuk mempercepat koneksi antara Ponsel dengan PC. Lewati langkah ini jika ponsel langsung terkoneksi dengan komputer/laptop.
- Jika proses berjalan dengan normal, maka progres bar bagian bawa SP Flash Tool akan ada indikator warna yang bergerak dari warna merah dan akhirnya berwarna kuning, tunggu sampai komplit 100%.
- Proses akan diakhiri dengan munculnya lingkaran hijau
- Selesai. Silahkan cek keberhasilan flashing Anda.
Baca Juga :
Demikian
panduan Cara Mengatasi Vivo Y15 Bootloop via Flash Tool. Jangan lupa tinggalkan
komentar tentang pengalaman Anda melakukan proses ini. Semoga bermanfaat.
Sekolah Formal atau Homeschooling?
0
Perbedaanya adalah: sekolah formal merupakan pendidikan jalur formal dan homeschooling jalur informal; sekolah formal menyerahkan pendidikan kepada lembaga (sekolah) sedangkan pada homeschooling orang tua mengambil peran dan tanggung jawab penuh; sekolah formal standardized sesuai kurikulum pemerintah sedangkan homeschooling customized oleh keluarga; dan sekolah formal diatur terpusat oleh pemerintah sedangkan homeschooling terdistribusi di keluarga.
Kelebihan dan Kelemahan Homeschooling
Tidak ada pilihan yang sempurna, oleh karena itu sangat penting bagi orang tua untuk memahami masing-masing pilihan. Jika tertarik dengan homeschooling maka orang tua wajib berperan aktif agar tujuan pendidikan tercapai. Jika memilih untuk mengirim anak ke sekolah formal, orang tua juga harus tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya.
Kemauan dan tekad yang kuat merupakan kunci keberhasilan homeschooling, karena homeschooling tidak mudah apalagi jika dijalani secara tunggal. Jika orang tua tidak siap untuk mendampingi proses pendidikan anak, homeschooling akan beresiko gagal di perjalanan. Dalam proses pendidikan anak, sesungguhnya bukan hanya anak yang belajar tapi juga orang tua harus terus belajar.
Sekolah Formal atau
Homeschooling?


Pilih sekolah formal (umum) atau Homeschooling
(sekolah rumah) yaa?. Pertanyaan tersebut seringkali terlontar dari orang tua
yang bingung saat hendak memasukkan anaknya ke sekolah. Apalagi mencari sekolah
yang ideal bukanlah sesuatu yang mudah. Alternatif pilihan yang sekarang mulai
sering muncul selain sekolah biasa adalah homeschooling.
Namun banyak
orang tua yang masih bingung dalam menentukan pilihan. Ingin masuk ke sekolah
formal tapi ada kekhawatiran akan kualitas pendidikan di sekolah, lingkungan
yang kurang baik, dan biaya yang luar biasa mahal untuk sekolah yang dianggap
berkualitas. Untuk memilih homeschooling pun masih belum mantap. Khawatir akan
sosialisasi anak, orang tua yang sibuk, dan pandangan masyarakat yang masih
sebelah mata terhadap anak yang hanya sekolah di rumah.
Setiap orang
tua mempunyai visi atau mimpi tentang pendidikan yang ideal bagi anak-anaknya.
Setiap pilihan yang diambil pasti akan ada kekurangan dan kelebihan, ada baikya
ketika menentukan pilihan orang tua memahami betul atas apa yang dipilih, bukan
karena tren atau ikut-ikutan. Sebenarnya apa sih yang membedakan sekolah formal
dan homeschooling? Kita simak dulu pengertian homeschooling.
Homeschooling
memiliki tafsiran yang berbeda-beda, ada yang menyebut homeschooling untuk anak
yang hanya belajar di rumah dengan memanggil guru privat, atau sekolah yang
orang tuanya jadi guru di rumah. Homeschooling adalah salah satu pendidikan
alternatif yang orang tuanya bertanggung jawab penuh terhadap proses pendidikan
anak.
Perbedaan
dan Persamaan Sekolah Formal VS Homeschooling
Mengutip dari rumahinspirasi.com, persamaan sekolah formal dan homeschooling adalah sama-sama alat untuk meraih tujuan pendidikan yang juga sama-sama diakui Negara. Sekolah formal merupakan lembaga yang legal dan homeschooling juga legal sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27. Karena sekolah biasa atau homeschooling hanyalah alat, maka pilihan tersebut sah sah saja. Satu sama lain tidak saling mendiskreditkan.
Mengutip dari rumahinspirasi.com, persamaan sekolah formal dan homeschooling adalah sama-sama alat untuk meraih tujuan pendidikan yang juga sama-sama diakui Negara. Sekolah formal merupakan lembaga yang legal dan homeschooling juga legal sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27. Karena sekolah biasa atau homeschooling hanyalah alat, maka pilihan tersebut sah sah saja. Satu sama lain tidak saling mendiskreditkan.
Perbedaanya adalah: sekolah formal merupakan pendidikan jalur formal dan homeschooling jalur informal; sekolah formal menyerahkan pendidikan kepada lembaga (sekolah) sedangkan pada homeschooling orang tua mengambil peran dan tanggung jawab penuh; sekolah formal standardized sesuai kurikulum pemerintah sedangkan homeschooling customized oleh keluarga; dan sekolah formal diatur terpusat oleh pemerintah sedangkan homeschooling terdistribusi di keluarga.
Kelebihan dan Kelemahan Homeschooling
Sebagai
sebuah pendidikan alternatif, homeschooling memiliki beberapa kelebihan dan
kekurangan. Kelebihan homeschooling adalah:
Lebih memberikan ruang kemandirian dan kreatifitas anak, tidak hanya pembelajaran klasikal.
Anak terlindungi dari lingkungan sekolah yang kurang baik seperti bullying, pergaulan menyimpang, dan tawuran.
Anak lebih disiapkan untuk kehidupan nyata.
Anak belajar dengan berbagai situasi, kondisi dan lingkungan sosial.
Anak dapat memilih pelajaran yang disenangi sesuai minat dan kemampuan.
Anak tetap dapat bersosialisasi dengan teman sebaya maupun tidak sebaya.
Biaya pendidikan homeschooling dapat disesuaikan.
Jadwal dan proses belajar yang fleksibel
Lebih memberikan ruang kemandirian dan kreatifitas anak, tidak hanya pembelajaran klasikal.
Anak terlindungi dari lingkungan sekolah yang kurang baik seperti bullying, pergaulan menyimpang, dan tawuran.
Anak lebih disiapkan untuk kehidupan nyata.
Anak belajar dengan berbagai situasi, kondisi dan lingkungan sosial.
Anak dapat memilih pelajaran yang disenangi sesuai minat dan kemampuan.
Anak tetap dapat bersosialisasi dengan teman sebaya maupun tidak sebaya.
Biaya pendidikan homeschooling dapat disesuaikan.
Jadwal dan proses belajar yang fleksibel
Kelemahan
homeschooling adalah:
• Anak
cenderung kurang sosialisasi, meskipun anggapan ini tidak selalu benar.
• Sangat diperlukan peran aktif orang tua dalam proses pendidikan.
• Ketidaksiapan orang tua memicu gagalnya proses homeschooling.
• Sangat diperlukan peran aktif orang tua dalam proses pendidikan.
• Ketidaksiapan orang tua memicu gagalnya proses homeschooling.
Tidak ada pilihan yang sempurna, oleh karena itu sangat penting bagi orang tua untuk memahami masing-masing pilihan. Jika tertarik dengan homeschooling maka orang tua wajib berperan aktif agar tujuan pendidikan tercapai. Jika memilih untuk mengirim anak ke sekolah formal, orang tua juga harus tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya.
Kemauan dan tekad yang kuat merupakan kunci keberhasilan homeschooling, karena homeschooling tidak mudah apalagi jika dijalani secara tunggal. Jika orang tua tidak siap untuk mendampingi proses pendidikan anak, homeschooling akan beresiko gagal di perjalanan. Dalam proses pendidikan anak, sesungguhnya bukan hanya anak yang belajar tapi juga orang tua harus terus belajar.
MOSI DEBAT
1
MOSI DEBAT

1. Full day school
2. Pengguaan tenaga NUKLIR di
Indonesia
3. Pendidikan Home Schooling
dianggap lebih efektif dari pendidikan formal
4. Pendidikan yang rendah di
Indonesia diakibatkan karena kemiskinan yang belum teratasi
5. UN tidak dapat dijadikan
tolak ukur kemampuan seorang siswa
6. Internet menjadikan siswa
menjadi malas
7. Pemindahan Ibu Kota
8. Penutupan pabrik rokok
9. Globalisasi penyebab
rusaknya moral bangsa
10. Keberadaan LGBT ditengah –
tengah masyarakat Indonesia
11. Miskinkan koruptor serta
dicabutnya hak memilih dan dipilih
12. Indonesia belum siap
bersaing dalam bidang PARIWISTA DUNIA
13. Pendidikan kepala Desa
minimal lulusan SMA
14. Pengebirian bagi pelaku
pelecehan seksual terhadap anak
15. Bahasa asing lebih penting
dari bahasa daerah
16. Pasar Bebas ASEAN (MEA) di
Indonesia
17. Masyarakat Indonesia harus
beralih ke kendaraan umum demi lancarnya arus lalu lintas di Indonesia
18. Pemberlakuan sistem
keadilan di Indonesia masih sangat rendah
19. Pendidikan Indonesia sangat
sulit terangkat, karena apabila uang sekolahnya mahal, baru tingkat pendidikan
itu bagus, sedang jika uang sekolahnya murah, maka tingkat pendidikan yang
diterima siswa-pun akan rendah
20. Study banding pejabat
legislatif menguras banyak anggaran negara
21.Bahwa
Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan jauh lebih produktif di banding Sekolah
Menengah Atas.
22.Bahwa Peningkatan pelayanan pendidikan
lebih utama dari pada peningkatan keterampilan masyarakat untuk Indonesia lebih
baik.
23.
Program TV di Indonesia membawa dampak buruk bagi generasi muda Indonesia
24.
Perkembangan teknologi sekarang ini, anak-anak Indonesia menjadi malas membaca
buku
25.Kebijakan
impor Indonesia memberikan dampak buruk bagi produksi nasional
MOSI DEBAT PRAMUKA
0
MOSI DEBAT PRAMUKA PENEGAK
BABAK PENYISIHAN

1.Pramuka
wajib ala kurikulum 2013
2.Militeristikan
Pramuka
3.Pendidikan
Home Schooling dianggap lebih efektif dari pendidikan formal
4.Pendidikan
yang rendah di Indonesia diakibatkan karena kemiskinan yang
belum teratasi
5.UN tidak
dapat dijadikan tolak ukur kemampuan seorang siswa
6.Internet
menjadikan siswa menjadi malas
7.Pemindahan
Ibu Kota
8.Penutupan
pabrik rokok
9.Globalisasi
penyebab rusaknya moral bangsa
10.Keberadaan
LGBT ditengah –tengah masyarakat Indonesia
11.Miskinkan
koruptor serta dicabutnya hak memilih dan dipilih
12.Ikut
Raimuna Nasional harus ikut Raimuna Cabang dan Raimuna Daerah
13.Tingkatan
golongan di Pramuka berdasarkan pendidikan
(SD : Siaga)
(SMP :
Penggalang)
(SMA :
Penegak )
(Perguruan
Tinggi : Pandega)
14.Pengebirian
bagi pelaku pelecehan seksual terhadap anak
15.Bahasa
asing lebih penting dari bahasa daerah
16.Pasar
Bebas ASEAN (MEA) di Indonesia
17.Masyarakat
Indonesia harus beralih ke kendaraan umum demi lancarnya arus
lalu lintas di Indonesia
18.Pemberlakuan
sistem keadilan di Indonesia masih sangat rendah
19.Pendidikan
Indonesia sangat sulit terangkat, karena apabila uang sekolahnya
mahal, baru
tingkat pendidikan itu bagus, sedang jika uang sekolahnya murah,
maka tingkat
pendidikan yang diterima siswa-pun akan rendah
20.Study
banding pejabat legislatif menguras banyak anggaran negara
Desa SritejoKencono Kec. KOTAGAJAH Kab. Lampung Tengah
Di setiap negara, termasuk Indonesia, desa menjadi unit penting penggerak pembangunan. Dalam acara Tempo Economic Briefing beberapa waktu...