- Home>
- Sekolah Formal atau Homeschooling?
Senin, 04 September 2017
Sekolah Formal atau
Homeschooling?


Pilih sekolah formal (umum) atau Homeschooling
(sekolah rumah) yaa?. Pertanyaan tersebut seringkali terlontar dari orang tua
yang bingung saat hendak memasukkan anaknya ke sekolah. Apalagi mencari sekolah
yang ideal bukanlah sesuatu yang mudah. Alternatif pilihan yang sekarang mulai
sering muncul selain sekolah biasa adalah homeschooling.
Namun banyak
orang tua yang masih bingung dalam menentukan pilihan. Ingin masuk ke sekolah
formal tapi ada kekhawatiran akan kualitas pendidikan di sekolah, lingkungan
yang kurang baik, dan biaya yang luar biasa mahal untuk sekolah yang dianggap
berkualitas. Untuk memilih homeschooling pun masih belum mantap. Khawatir akan
sosialisasi anak, orang tua yang sibuk, dan pandangan masyarakat yang masih
sebelah mata terhadap anak yang hanya sekolah di rumah.
Setiap orang
tua mempunyai visi atau mimpi tentang pendidikan yang ideal bagi anak-anaknya.
Setiap pilihan yang diambil pasti akan ada kekurangan dan kelebihan, ada baikya
ketika menentukan pilihan orang tua memahami betul atas apa yang dipilih, bukan
karena tren atau ikut-ikutan. Sebenarnya apa sih yang membedakan sekolah formal
dan homeschooling? Kita simak dulu pengertian homeschooling.
Homeschooling
memiliki tafsiran yang berbeda-beda, ada yang menyebut homeschooling untuk anak
yang hanya belajar di rumah dengan memanggil guru privat, atau sekolah yang
orang tuanya jadi guru di rumah. Homeschooling adalah salah satu pendidikan
alternatif yang orang tuanya bertanggung jawab penuh terhadap proses pendidikan
anak.
Perbedaan
dan Persamaan Sekolah Formal VS Homeschooling
Mengutip dari rumahinspirasi.com, persamaan sekolah formal dan homeschooling adalah sama-sama alat untuk meraih tujuan pendidikan yang juga sama-sama diakui Negara. Sekolah formal merupakan lembaga yang legal dan homeschooling juga legal sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27. Karena sekolah biasa atau homeschooling hanyalah alat, maka pilihan tersebut sah sah saja. Satu sama lain tidak saling mendiskreditkan.
Mengutip dari rumahinspirasi.com, persamaan sekolah formal dan homeschooling adalah sama-sama alat untuk meraih tujuan pendidikan yang juga sama-sama diakui Negara. Sekolah formal merupakan lembaga yang legal dan homeschooling juga legal sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27. Karena sekolah biasa atau homeschooling hanyalah alat, maka pilihan tersebut sah sah saja. Satu sama lain tidak saling mendiskreditkan.
Perbedaanya adalah: sekolah formal merupakan pendidikan jalur formal dan homeschooling jalur informal; sekolah formal menyerahkan pendidikan kepada lembaga (sekolah) sedangkan pada homeschooling orang tua mengambil peran dan tanggung jawab penuh; sekolah formal standardized sesuai kurikulum pemerintah sedangkan homeschooling customized oleh keluarga; dan sekolah formal diatur terpusat oleh pemerintah sedangkan homeschooling terdistribusi di keluarga.
Kelebihan dan Kelemahan Homeschooling
Sebagai
sebuah pendidikan alternatif, homeschooling memiliki beberapa kelebihan dan
kekurangan. Kelebihan homeschooling adalah:
Lebih memberikan ruang kemandirian dan kreatifitas anak, tidak hanya pembelajaran klasikal.
Anak terlindungi dari lingkungan sekolah yang kurang baik seperti bullying, pergaulan menyimpang, dan tawuran.
Anak lebih disiapkan untuk kehidupan nyata.
Anak belajar dengan berbagai situasi, kondisi dan lingkungan sosial.
Anak dapat memilih pelajaran yang disenangi sesuai minat dan kemampuan.
Anak tetap dapat bersosialisasi dengan teman sebaya maupun tidak sebaya.
Biaya pendidikan homeschooling dapat disesuaikan.
Jadwal dan proses belajar yang fleksibel
Lebih memberikan ruang kemandirian dan kreatifitas anak, tidak hanya pembelajaran klasikal.
Anak terlindungi dari lingkungan sekolah yang kurang baik seperti bullying, pergaulan menyimpang, dan tawuran.
Anak lebih disiapkan untuk kehidupan nyata.
Anak belajar dengan berbagai situasi, kondisi dan lingkungan sosial.
Anak dapat memilih pelajaran yang disenangi sesuai minat dan kemampuan.
Anak tetap dapat bersosialisasi dengan teman sebaya maupun tidak sebaya.
Biaya pendidikan homeschooling dapat disesuaikan.
Jadwal dan proses belajar yang fleksibel
Kelemahan
homeschooling adalah:
• Anak
cenderung kurang sosialisasi, meskipun anggapan ini tidak selalu benar.
• Sangat diperlukan peran aktif orang tua dalam proses pendidikan.
• Ketidaksiapan orang tua memicu gagalnya proses homeschooling.
• Sangat diperlukan peran aktif orang tua dalam proses pendidikan.
• Ketidaksiapan orang tua memicu gagalnya proses homeschooling.
Tidak ada pilihan yang sempurna, oleh karena itu sangat penting bagi orang tua untuk memahami masing-masing pilihan. Jika tertarik dengan homeschooling maka orang tua wajib berperan aktif agar tujuan pendidikan tercapai. Jika memilih untuk mengirim anak ke sekolah formal, orang tua juga harus tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya.
Kemauan dan tekad yang kuat merupakan kunci keberhasilan homeschooling, karena homeschooling tidak mudah apalagi jika dijalani secara tunggal. Jika orang tua tidak siap untuk mendampingi proses pendidikan anak, homeschooling akan beresiko gagal di perjalanan. Dalam proses pendidikan anak, sesungguhnya bukan hanya anak yang belajar tapi juga orang tua harus terus belajar.
Desa SritejoKencono Kec. KOTAGAJAH Kab. Lampung Tengah
Di setiap negara, termasuk Indonesia, desa menjadi unit penting penggerak pembangunan. Dalam acara Tempo Economic Briefing beberapa waktu...