- Home>
- MOSI DEBAT
Senin, 04 September 2017
MOSI DEBAT

1. Full day school
2. Pengguaan tenaga NUKLIR di
Indonesia
3. Pendidikan Home Schooling
dianggap lebih efektif dari pendidikan formal
4. Pendidikan yang rendah di
Indonesia diakibatkan karena kemiskinan yang belum teratasi
5. UN tidak dapat dijadikan
tolak ukur kemampuan seorang siswa
6. Internet menjadikan siswa
menjadi malas
7. Pemindahan Ibu Kota
8. Penutupan pabrik rokok
9. Globalisasi penyebab
rusaknya moral bangsa
10. Keberadaan LGBT ditengah –
tengah masyarakat Indonesia
11. Miskinkan koruptor serta
dicabutnya hak memilih dan dipilih
12. Indonesia belum siap
bersaing dalam bidang PARIWISTA DUNIA
13. Pendidikan kepala Desa
minimal lulusan SMA
14. Pengebirian bagi pelaku
pelecehan seksual terhadap anak
15. Bahasa asing lebih penting
dari bahasa daerah
16. Pasar Bebas ASEAN (MEA) di
Indonesia
17. Masyarakat Indonesia harus
beralih ke kendaraan umum demi lancarnya arus lalu lintas di Indonesia
18. Pemberlakuan sistem
keadilan di Indonesia masih sangat rendah
19. Pendidikan Indonesia sangat
sulit terangkat, karena apabila uang sekolahnya mahal, baru tingkat pendidikan
itu bagus, sedang jika uang sekolahnya murah, maka tingkat pendidikan yang
diterima siswa-pun akan rendah
20. Study banding pejabat
legislatif menguras banyak anggaran negara
21.Bahwa
Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan jauh lebih produktif di banding Sekolah
Menengah Atas.
22.Bahwa Peningkatan pelayanan pendidikan
lebih utama dari pada peningkatan keterampilan masyarakat untuk Indonesia lebih
baik.
23.
Program TV di Indonesia membawa dampak buruk bagi generasi muda Indonesia
24.
Perkembangan teknologi sekarang ini, anak-anak Indonesia menjadi malas membaca
buku
25.Kebijakan
impor Indonesia memberikan dampak buruk bagi produksi nasional
Desa SritejoKencono Kec. KOTAGAJAH Kab. Lampung Tengah
Di setiap negara, termasuk Indonesia, desa menjadi unit penting penggerak pembangunan. Dalam acara Tempo Economic Briefing beberapa waktu...
cukup membantu. silakan bisa mengunjungi balik di sini ya. terima kasih...
BalasHapus